Thursday, December 22, 2011

International Human Resource Management and Labor Relations


Human Resource Management (HRM)
Serangkaian kegiatan yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif yang diperlukan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan.
Perbedaan dalam budaya, tingkat pembangunan ekonomi, dan sistem hukum antara negara-negara dapat memaksaperubahan dalam sistem HRM.
a.       HRM Strategi  Konten
Visi dan Misi
·         Visi
Menjadi total food solution company
·         Misi
1.       Untuk terus meningkatkan karyawan kami,proses kami dan teknologi kami.
2.       Untuk menghasilkan kualitas tinggi, inovatif dan terjangkau produk yang disukai oleh pelanggan.
3.       Untuk memastikan ketersediaan produk-produk kami kepada pelanggan domestik dan internasional.
4.       Untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat indonesia denagn penekanan pada gizi.
5.       Untuk terus meningkatkan stakeholder value.
b.      Rekruitment and Selection
Rekritmen : proses pencarian atau mengundand calon-calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana dan kebutuhan organisasi di waktu tertentu, untuk melamar kerja.
Seleksi : proses memilih seseorang adri kelompok pelamar yang paling cocok/mampu memduduki posisi tertentu dan untuk organisasi
Model rekruitmen :
Internal
·         Penataran/upgrading
·         Pemindahan/mutasi
·         Pengangkatan (promosi)
·         Penempatan pekerjaan
·         Inventarisasi keahlian pengumuman
Eksternal
·         Media : koran,jurnal perdagangan, radio, TV
·         Badan penyalur tenaga kerja
·         Lembaga pendidikan : mahasiswa magang, iklan kampus
·         Organisasi karyawan
·         Rekomendasi karyawan
·         Open house/Job Fair
c.       Pelatihan dan Pengembangan : Diberikan kepada karyawan yang memang membutuhkan
d.      Penilaian Kinerja
e.      Kompensasi dan manfaat
f.        Hubungan Tenaga Kerja
g.       Kontribusi terhadap Efektivitas Organisasi
·         Kebutuhab Staf Manajerial Internasional
                                            I.            Masalah Kepegawaian
-          Merekrut
-          Pelatiahn
-          Mempertahankan
                                          II.            Kategori Staffing
-          Manejerial dan Eksekutif Karyawan
-          Non-manajerial Karyawan
·         Lingkup Internasionalisasi
                                             i.            Ukuran Tugas Staf tergantung pada ruang lingkup keterlibatan internasional perusahaan
-          Ekspor departemen
-          Divisi internasional
-          Organisasi global
·         Sentralisasi vs desentralisasi Kontrol
a.       Sentralisasi Perusahaan
Kebaikan manajer negara asal
Paling umum diantara bentuk divisi internasional
b.      Desentrlisasi Perusahaan
Kebaikan manajer negara tuan rumah
Paling umum diantara perusahaan multidomestiknya
·         Staffing Filsafat
a.       Parent Negara National (PCNs)
b.      Negara Tuan National ( HCNs)
c.       Ketiga Negara Nationals ( TCNs)
·         Strategi untuk staf
a.       Model staf Etnosentris
b.      Model staf Polisentris
c.       Model staf Geosentris


International Operations Management

International Operations Management
o   Operations Management: the set of activities an organization uses to transform different kinds of inputs into final goods and services
o   International Operations Management: the transformation-related activities of an international
·         The International Operations Management Process
o   Strategic Context
§  Differentiation
§  Cost leadership
§  Focus
o   Standardized vs. Customized Production
§  Acquisition of Resources
Ø  Supply Chain
Ø  Management
Ø  Vertical Integration
Ø  Make-or-buy decision
§  Location Decisions
Ø  Country-related issues
Ø  Product-related issues
Ø  Government policies
Ø  Organizational issues
§  Logistics and Materials Management
Ø  Flow of materials
Ø  Transportation options
Ø  Inventory levels
Ø  Packaging
·         Managing Quality in International Business
§  Quality: totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisfy stated or implied needs
Ø  American Society for Quality Control
§  ISO 9000: 2000
Ø  International set of quality guidelines
Ø  Basis for quality certification
Ø  International Organization for Standardization
·         Total Quality Management
§  TQM: Integrated effort to systematically and continuously improve the quality of an organization’s products and/or services
§  Statistical process control: family of mathematically based tools for monitoring and controlling quality
§  Benchmarking: process of legally and ethically studying how other firms do something in a high-quality way and then either imitating or improving on their methods

International Marketing

Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".
Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.
Dalam hal ini Swastha (1985 : 94) memberikan pengertian marketing mix adalah empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. Selanjutnya Kotler (1985 : 45-48) mengemukakan bahwa marketing mix dapat dibagi menjadi 4 P sebagai berikut :
1.Product(Produk)
2.Price(Harga)
3.Place(distribusi/tempat)
2.Promotion(promosi)
Keempat produk di atas merupakan penentu dalam menganalisa pasar secara keseluruhan, selanjutnya penulis akan menguraikan keempat komponen di atas sebagai berikut :
1.Product(produk)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna mendapatkan perhatian untuk dimiliki, digunakan, dikonsumsi yang dapat memuaskan kebutuhan.
Suatu produk dapat berupa suatu benda, jasa dan keinginan lain-lain untuk melukiskan sesuatu yang dapat memenuhi keinginan. Untuk itu setiap pengusaha harus mengetahui perkembangan kebutuhan konsumen melalui penelitian pasar agar dapat mengetahui dan dapat menyesuaikan diri dalam menciptakan produk.
2.Price(harga)
Harga merupakan alat untuk mengukur nilai suatu barang, harga bagi produsen merupakan penentu bagi permintaan pasar dan mempengaruhi posisi pesaing perusahaan dalam merebut konsumen.
Harga merupakan indicator dari pada barang, dalam menetapkan harga perlu hati-hati dalam memperhatikan potensi pasar. Oleh sebab itu, menentukan harga perlu diperhatikan agar harga yang ditetapkan dapat dijangkau oleh konsumen disamping itu dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
3.Place(distribusi/tempat)
Produk yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna bagi kensumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan saat dimana saja dibutuhkan.
Dalam pencapain tujuan utama dari pemasaran yakni menyalurkan barang-barang atau jasa.Secara efisien dari produsen ke konsumen, maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran (distribusi) sebagai mata rantai yang harus dilalui oleh barang-barang dari produsen ke konsumen pada waktu dan jumlah yang tepat.
Barang yang dihasilkan oleh para produsen biasanya tidak secara langsung mereka menjualnya kepada konsumen, tetapi biasanya mereka melalui suatu perantara agar produk yang dihasilkan dapat dengan mudah sampai ke tangan konsumen.
Basu swastha ( 1990: 190) memberikan defenisi tentang saluran distribusi sebagai berikut: Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ketangan konsumen sebagai pemakai. Saluran distribusi yang digunakan adalah suatu struktur yang menggambarkan alternativ saluran yang dipilih oleh para produsen seperti: pedagang besar, agen, dan pengencer.
Hal ini produsen mempunyai 3 alternatif yaitu:
a.Distribusi Insentif

Distribusi ini dapat digunakan oleh para produsen yang menjual komponen perusahaan yang berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen. Usaha ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen, semakin cepat para konsumen terpenuhi kebutuhannya maka semakin cepat pula terpenuhi kepuasannya.

b.Distribusi  Selektif

Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah. Saluran ini biasanya digunakan untuk memasarkan suatu produk baru (barang special) apabila distribusi ini menguntungkan dari distribusi insentif maka jumlah pengecer atau agen yang digunakan akan lebih terbatas.

c.Distribusi Ekslusif

Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu. Jadi produsen hanya menjual produknya kepada suatu pedangang besar saja dengan mengunakan satu penyelur, maka produsen akan lebih mudah dapat mengadakan pengawasan pada tingkat harga enceran maupun usaha kerja sama dengan penyalur dalam periklanan. Pemilihan saluran distribusi merupakan suatu masalah yang sangat penting sebab keterlambatan barang-barang sampai ketangan kosumen dapat menturangi keuntungan yang diterima oleh perusahaan.
4 . Promotion (promosi)

Promosi adalah suatu usaha perusahaan atau individu memberikan informasi dan mempengaruhi serta menarik konsumen sicara lansung terhadap produk yang dihasilkan.
Promosi adalah cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran, serta memperkenalkan barang¬¬¬-barang baru yang diproduksi.


Wednesday, December 21, 2011

Chapter 13: International Strategic Alliances

Benefits of Strategic Alliances (Manfaat aliansi strategis)
-Mudahnya memasuki pasar
-Pembagian risiko
-Pembagian pengetahuan dan keahlian
-Sinergi dan keunggulan bersaing

·        Pitfalls of Strategic Alliances (perangkap aliansi strategis)
-Ketidakcocokan mitra
-Akses Informasi
-Distribusi Pendapatan
-Kehilangan Otonomi
-Mengubah kondisi-sikap

  • Scope of Strategic Alliances (Lingkup aliansi strategis)
*Variasi yang signifikan :      -comprehensive alliance
-narrowly defined alliance
*Tingkat kolaborasi tergantung pada tujuan dasar dari masing-masing pasangan

·        Types of Alliances
* comprehensive alliance
      Perusahaan yang berpartisipasi setuju untuk tampil bersama beberapa tahapan proses dimana barang atau jasa yang dibawa ke pasar
      Bidang fungsional yang terjalin antara perusahaan
      Diselenggarakan sebagai usaha patungan
      Mencapai sinergi yang lebih besar melalui ukuran tipis dan sumber daya total

*
Functional :
        Production
        Marketing
        Financial
        Research and Development
      Hanya melibatkan area fungsional tunggal bisnis
      Integrasi kurang kompleks
      Tidak biasanya mengambil bentuk perusahaan patungan

·        Implementation of Strategic Alliances
-Menyeleksi partner
-compatibility
-kealamian dari produk atau jasa dari partner yang potensial
-Relative safeness of the alliance
-Learning potential of the alliance


·        Form of Ownership
*corporation
*limited peartnership
*public private venture

·        Joint Management Considerations (pertimbangan Pengelolaan Bersama)
      Shared management agreements : Kedua mitra berpartisipasi aktif
      Assigned arrangements : Salah satu pasangan mengambil tanggung jawab utama
      Delegated arrangements : Kedua pasangan mendelegasikan manajemen untuk eksekutif  perusahaan patungan.